Home Profil Publikasi Regulasi Data Layanan

Visi dan Misi

Tugas dan Fungsi

Struktur Organisasi

Profil Pejabat

 

Laporan Kegiatan 2002

Direktori Asuransi 2002

Kliping

 

Peraturan Perundangan

Prosedur Perijinan

 

Statistik Perasuransian

Profil Perusahaan Perasuransian

 

Form Laporan

eReport

Pengaduan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IKHTISAR KEGIATAN USAHA PERASURANSIAN DI INDONESIA  TAHUN 2002

A.     UMUM

Perekonomian Indonesia pada tahun 2002, sebagaimana diukur dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), telah meningkat sebesar 11% dari Rp 1.449  triliun di tahun 2001 menjadi Rp 1.610  triliun di tahun 2002.  

Sedangkan untuk industri Asuransi, penerimaan premi bruto sektor industri asuransi pada periode yang sama naik sebesar 29% dari Rp 23,48 triliun pada tahun 2001 menjadi Rp 30,18 triliun pada tahun 2002.  

Sedangkan rasio antara premi bruto dan PDB mengalami kenaikan dari  1,57% menjadi 1,87%. 

 

B.      STRUKTUR PASAR

Jumlah perusahaan perasuransian di Indonesia per 31 Agustus 2003 adalah 357 perusahaan yang memiliki izin usaha untuk beroperasi di Indonesia, terdiri atas 173 perusahaan asuransi & perusahaan reasuransi, dan 184 perusahaan penunjang asuransi. Perusahaan asuransi dan reasuransi terdiri dari 60 perusahaan asuransi jiwa, 104 perusahaan asuransi kerugian, 4  perusahaan reasuransi, 2 perusahaan penyelenggara program asuransi sosial & Jamsostek, dan 3 perusahaan penyelenggara asuransi untuk PNS dan TNI & PolriPerusahaan penunjang usaha asuransi per akhir Agustus 20

03 ada 184 perusahaan, terdiri dari 119 perusahaan pialang asuransi, 20 perusahaan pialang reasuransi, 25 perusahaan adjuster asuransi dan 20 konsultan aktuaria.  Tabel 1.1 berikut memperlihatkan perkembangan jumlah perusahaan perasuransian.

 

TABEL 1.1

PERKEMBANGAN JUMLAH PERUSAHAAN PERASURANSIAN

 

No

Keterangan

Description

1999

2000

2001

2002

 

1.

 

 

 

2.

 

 

 

3.

 

 

4.

 

Asuransi Jiwa / Life Insurance

a. Negara / State-owned

b. Swasta Nasional /  Private Nat.

c. Patungan / Joint Venture

Asuransi Kerugian / Non Life Ins.

a. Negara / State-owned

b. Swasta Nasional / Private Nat.

c. Patungan / Joint Venture

Reasuransi / Reinsurance

a. Negara / State-owned

b. Swasta Nasional / Private Nat.

Penyelenggara Program Asuransi Sosial  &  Jamsostek / Companies which administer Insurance Social Program & Workers’ Social Security Program

62

1

39

22

109

3

82

23

5

1

4

2

 

62

1

39

22

107

3

80

24

4

0

4

2

 

61

1

39

21

105

3

79

23

4

0

4

2

 

60

1

36

23

104

3

79

22

4

0

4

2

 

 

60

1

36

23

104

3

79

22

4

0

4

2

 

 

5.

Penyelenggara Asuransi untuk PNS dan ABRI / Companies which administer Insurance  for Civil  Servants and Armed Forces.

3

3

3

3

3

6.

Jumlah / Total (1 s/d 5)

180

178

175

173

173

7.

8.

9.

10.

Pialang Asuransi / Insurance Brokers

Pialang Reasuransi / Rein. Brokers

Adjuster Asuransi / Loss Adjusters

Konsultan Aktuaria / Actuarial Consultants

64

14

22

18

70

14

23

18

80

16

23

18

104

19

25

19

119

20

25

20

 

C.  PERKEMBANGAN PREMI BRUTO

 

 

Jumlah premi bruto industri asuransi pada tahun 2002 mencapai Rp 30,2 triliun, meningkat 29% dari angka tahun sebelumnya Rp 23,5 triliun.   Sementara itu, kontribusi sektor asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana dicerminkan oleh rasio antara premi bruto terhadap PDB juga mengalami kenaikan dari 1,57%  pada tahun 2001 menjadi  1,87% pada tahun 2002.     Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata premi bruto adalah sekitar 25%.

 

 

 

Kenaikan premi bruto tertinggi pada tahun 2002 dialami oleh sektor asuransi sosial dan jamsostek (39%), selanjutnya asuransi kerugian (34%), kemudian untuk asuransi jiwa (25%) dan terakhir untuk PNS dan TNI/Poliri (16%). Kontribusi terbesar premi bruto industri asuransi tahun 2002 adalah premi asuransi kerugian dan reasuransi jiwa (46%), kedua adalah kontribusi  premi asuransi jiwa (38%); sedangkan ketiga adalah kontribusi premi perusahaan penyelenggara program asuransi untuk PNS dan TNI/ Polri (10%); dan terkecil adalah kontribusi premi yang diterima perusahaan penyelenggara program asuransi sosial dan jamsostek - termasuk JHT-  (6%).

Tabel 1.3. di bawah ini menyajikan rincian premi bruto untuk tiap jenis usaha asuransi dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. Sedangkan alokasi premi dari setiap sektor usaha tahun 2002 dapat dilihat melalui  pie chart yang terdapat pada Grafik  1.3.

 

Tahun

Premi Bruto

Gross Premiums 1)

Produk Domestik Bruto

Gross Domestic Product 2)

a/b

Year

Total

(a)

Pertumbuhan

Growth (%)

Total

(b)

(%)

1998

1999

2000

2001

2002

14.711,6

13.842,4

16.665,8

23.448,1

30.181,2

41,1

(5,9)

20

41

29

955.753,5

1.109.979,5

1.290.684,2

1.490.974,2

1.610.016,0

1,54

1,25

1,29

1,57

1,87

1)  Premi Bruto (termasuk premi program jaminan hari tua (JHT)) = Premi Pos Langsung + Premi Reasuransi diterima dari Luar Negeri

2)   Sumber : BPS berdasarkan harga yang berlaku

 

 

 

Dalam Milyar Rupiah

In Billion Rupiah

 

Tahun

Year

 

Kerugian & Reas.

Non-life & Reins.

 

Jiwa

Life

Prog. As. Sosial & Jamsostek 1)

Social Ins. Prog. & Workers’

Social Security

Asuransi PNS & ABRI 2)

Ins. For Civil Servants & Armed forces

 

Jumlah

Total

1998

1999

2000

2001

2002

6.707,4

6.421,7

7.287,6

10.352,0

13.857,6

4.875,9

5.508,3

7.304,3

9.139,7

11.436,3

2.063,3

 797,9

929,4

1.296,2

1.796,7

1.065,0

1.114,5

1.144,5

2.658,3

3.090,6

14.711,6

13.842,4

16.665,8

23.448,1

30.181,2

1)   PT (Persero) AK. Jasa Raharja dan Jamsostek

2)   PT (Persero) ASABRI, ASKES, dan TASPEN

 

D.  

D. PERKEMBANGAN JUMLAH KLAIM

 

Jumlah klaim bruto industri asuransi pada tahun 2002 mengalami kenaikan  sebesar 9% dibanding tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 14,9 triliun menjadi Rp 16,3 trilyun.

Klaim yang dibayar oleh sektor asuransi kerugian dan reasuransi  mengalami kenaikan sebesar 6% dibanding tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 5,7 trilyun pada tahun 2001 menjadi Rp 6,0 trilyun pada tahun 2002.  Klaim perusahaan penyelenggara program asuransi untuk PNS dan TNI/Polri mengalami kenaikan sebesar 15%, dari Rp 3,5 trilyun menjadi Rp 3,9 trilyun. Klaim sektor asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar 4%, dari Rp 5,2 trilyun menjadi Rp 5,5 triliun.

Sedangkan klaim perusahaan  penyelenggara program asuransi sosial dan jamsostek (termasuk JHT) mengalami kenaikan sebesar 50%, dari Rp 0,551 triliun menjadi Rp 0,825 triliun pada tahun 2002. Secara keseluruhan, rasio klaim bruto dengan premi bruto pada tahun 2002 adalah 54,8%. Rasio ini lebih rendah dibanding dengan rasio klaim tahun sebelumnya yang besarnya 63,9%. Grafik 1.4 menunjukkan proporsi klaim menurut jenis usaha asuransi untuk tahun 2002 dan perkembangan rasio klaim dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002.

TABEL 1.4

PERKEMBANGAN KLAIM DIBANDINGKAN DENGAN PREMI BRUTO

 

 

 

 

Klaim /

(Claims)

 

 

 

 

 

 

Tahun

Year

As.

Kerugian

dan Reas

Non-life Ins. & Reins.

 

As. Jiwa

Life

Ins.

Prog. As.

Sosial &

Jamsostek

Social Ins.

Program &

Workers’

Social Security

Prog. As.

Utk. PNS & ABRI

Ins.  Prog. For Civil Servants & Armed

Forces

 

 

Jumlah

Total

  

(a)

 

 

Kenaikan

(Penurunan)

Increase

(Decrease)

(%)

 

 

Premi

Premium

 

(b)

 

 

Rasio

( %  )

 

(a/b)

1998

1999

2000

2001

2002

3.911,3

4.288,1

3.078,8

5.708,4

6.030,9

7.384

3.376,1

4.199,4

5.247,4

5.464,0

1.053,0

386,3

404,8

551,3

824,8

1.053,5

2.164,8

1.677,1

3.472,2

3.985,5

13.401,8

10.215,3

9.360,1

14.979,4

16.305,2

172,8

(23,8)

(8)

60

8,9

14.711,6

13.842,4

16.665,8

23.448,1

29.771,9

91,1

73,8

43,4

63,9

54,8

 

 

 

 

E.  PERKEMBANGAN JUMLAH  KEKAYAAN  DAN INVESTASI

 

Total kekayaan industri asuransi Indonesia tahun 2002 mencapai Rp 77,6 triliun. Hal ini berarti   mengalami kenaikan  sebesar 20% jika dibandingkan dengan total kekayaan tahun sebelumnya. Kekayaan perusahaan  asuransi jiwa meningkat sebesar 17% dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 22,5 triliun pada tahun 2001 menjadi Rp 26,3 triliun pada tahun 2002. Total kekayaan perusahaan asuransi kerugian meningkat 6% dari Rp 14,1 triliun pada tahun 2001 menjadi Rp 15,0 triliun pada tahun 2002.  Sedangkan kekayaan perusahaan reasuransi meningkat sebesar 14% dari Rp 0,68 trilyun menjadi Rp 0,77 trilyun pada tahun 2002.

Jumlah kekayaan perusahaan penyelenggara program asuransi sosial dan jamsostek (termasuk kekayaan program JHT) mengalami kenaikan sebesar  29% dari Rp 17,2 triliun tahun 2001 menjadi Rp 22,2 triliun tahun 2002.  Sementara itu, kekayaan perusahaan penyelenggara program asuransi untuk pegawai negeri sipil dan TNI/Polri meningkat sebesar 28% dari Rp 10,4 triliun tahun 2001 menjadi Rp 13,3 triliun tahun 2002. Perkembangan total kekayaan industri asuransi selama 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 1.5 di bawah ini.  Dari tahun 1998 sampai dengan  tahun 2002, kekayaan perusahaan asuransi dan reasuransi rata-rata meningkat sebesar 19,5% per tahun

 

TABEL 1.5

JUMLAH KEKAYAAN INDUSTRI ASURANSI

Keterangan

Tahun  / Year

Description

1998

1999

2000

2001

2002

- Asuransi Jiwa / Life Insurance

- Asuransi Kerugian / Non-Life Ins.

- Reasuransi / Prof. Reinsurance

- Prog. As. Sosial & Jamsostek / Social Ins.

   Program & Jamsostek

- Program As. Utk. PNS & ABRI / Insurance   Program for Civil Servants& Armed  Forces

13.666,0

9.769,4

621,4

8.479,2

 

6.077,0

16.822,1

10.758,8

580,5

11.077,2

 

7.438,7

18.734,1

11.996,2

633,5

13.138,5

 

7.932,3

22.551,3

14.133,0

675,6

17.180,7

 

10.397,1

26.320,5

14.995,4

772,8

22.177,0

 

13.323,4

Jumlah / Total

38.612,9

46.627,4

52.434,6

64.937,6

77.589,1

 

Jumlah dana investasi industri asuransi Indonesia pada tahun 2002 adalah Rp 63,9 triliun, meningkat 21% dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 52,9 trilyun.  Dana investasi terbesar dimiliki oleh perusahaan penyelenggara program asuransi sosial dan jamsostek -termasuk kekayaan program JHT (33,5%), perusahaan asuransi jiwa (31,8%), diikuti oleh perusahaan penyelenggara program asuransi untuk pegawai negeri sipil dan TNI/Polri (19,0%), yang terakhir adalah perusahaan-perusahaan asuransi kerugian dan reasuransi  (15,7%). Pada Tabel 1.6 dapat dilihat proporsi nilai dana investasi dari setiap sektor usaha asuransi dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. Penyajian persentase investasi untuk setiap sektor usaha dapat dilihat melalui pie chart yang terdapat pada Grafik  1.6a. Sebagaimana dapat dilihat pada Grafik  1.6b, rasio investasi dengan kekayaan sektor industri asuransi pada tahun 2002 adalah sekitar 82,3% sedangkan pada tahun 2001 adalah sebesar 81,4%.

TABEL 1.6

JUMLAH INVESTASI INDUSTRI ASURANSI

TOTAL INVESTMENT OF INSURANCE INDUSTRY

Dalam Milyar Rupiah

In Billion Rupiah

Keterangan

 

 

Tahun  /

Year

 

Description

1998

1999

2000

2001

2002

- Asuransi Jiwa / Life Insurance

- Asuransi Kerugian / Non Life Ins.

- Reasuransi / Reinsurance

- Program as. sosial & Jamsostek

- Program as. untuk PNS & ABRI / 

Insurance program for civil servants & armed forces

8.981,4

5.791,9

429,6

6.966,1

 

5.783,2

12.559,1

6.944,3

300,2

10.275,3

 

7.135,3

14.179,0

7.822,8

369,9

12.289,7

 

7.669,0

 

17.310,4

9.043,6

405,7

16.519,0

 

9.637,2

 

20.365,2

9.573,8

426,1

21.373,9

 

12.119,4

 

Jumlah / Total

27.952,2

37.185,7

42.330,6

52.915,8

63.858,4

 
  home ke atas